Tugas E-Learning Sistem Komputer SMKN 43 Jakarta
Ferdy Syawal
Sistem
Komputer
X-TKJ
1. Jelaskan apakah yang
dimaksud dengan PROM
adalah salah
satu jenis ROM, merupakan alat penyimpan berupa memori (memory device
yang hanya bisa dibaca isinya,
2. Jelaskan apakah yang
dimaksud dengan ROM
adalah
singkatan dari ' Read Only Memory ' yaitu suatu perangkat keras pada komputer
atau PC yang berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya bisa
dibaca saja.
3. Jelaskan apakah yang
dimaksud dengan RAM
adalah sebuah
tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang
tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori.
4. Jelaskan apakah yang
dimaksud dengan EAPROM
adalah jenis
dari EEPROM yang penulisannya hanya 1 bit dalam 1 waktu, karena sifatnya yang lambat
EAPROM digunakan untuk memory yang jarang sesekali diubah-ubah
5. Apa kepanjangan dari
EAPROM
Electrically
Alterable PROM
6. Sebutkan mode pengalamatan
pada EAPROM
- Direct
Addresing
Pada
pengalamatan ini yaitu dengan mengambil langsung nilai pada alamat memori lain
untuk digunakan atau di pakai.
Contohnya: MOV
A,30h.
Intruksi ini
akan membaca data dan Ram Internal yang beralamat 30h setelah itu akan
disimpan pada akumulator. Nilai yang didapat pada mode ini tidak
langsung namun mode ini bisa dikatakan cukup cepat karena disimpan dalam
RAM Internal. Selain itu mode ini lebih mudah digunakan karena nilai yang
diperoleh dari lokasi memori yang kemungkinan bervariasi
- Indirect
Addressing
Mode yang satu
ini sangat berfungsi disebabkan kemampuan yang dimiliki mode ini
memberikan keluesan tinggi pada pengalamatan sebuah nilai. Mode ini dapat
mengakses Ram internal 8052 dan dan 128 byte lebih, dan merupakan mode
satu-satunya yang mampu melakukannya.
Contoh: MOV
A,@R0.
Mode
pengalamatan ini selalu menunjuk terhadap RAM Internal yang mengakibatkan mode
ini tidak pernah menunjuk pada SFR. Hal ini hanya bisa digunakan untuk
keluarga 8052 yang memiliki ruang Ram Internal 256 byte jika memberi alamat lebih
dan 7Fh.
- Immediate
Addresing
Mode yang satu
ini adalah yang paling diincar sehingga banyak digunakan disebabkan oleh
nilai yang disimpan pada pengalamatan mode ini langsung mengikuti kode
operasi pada memori.
Istilah lainnya untuk disimpan mode
ini tidak memerlukan pengambilan nilai dan alamat lain.
Contohnya: MOV
A,#20h.
Pada intruksi MOV
A,#20h akumulator diisi menggunakan nilai langsung yang mengikutinya yaitu
20h. Mode ini mampu lebih cepat karena nilai yang ada pada mode ini langsung
ada.
7. Sebutkan kelemahan dan
kelebihan Direct Addressing
Kelebihan
direct addresing adalah berisi alamat efektif sebuah operand pada field
alamatnya sedangkan letak kelemahan mode ini yaitu keterbatasan field untuk
alamat disebabkan oleh panjang word yang ada lebih besar dibandingkan
panjang field.
8. Sebutkan kelemahan dan
kelebihan Indirect Addressing
Kelebihan yang
dipunyai oleh mode ini terdapat dalam ruang bagi alamat besar yang
membuat banyak alamat yang dapat referensi. Kekurangan yang terdapat pada
mode ini yaitu memerlukan acuan memori ganda untuk satu fetch yang membuat
proses operasi lambat.
9. Jelaskan macam-macam raid
dan fungsinya
RAID level 0
Raid pada level
0 ini memakai sekumpulan disk dengan striping di level biok, tanpda
adanya redundansi. Maka dari itu ia hanya menyimpan dan melakukan striping
blok data di dalam sejumlah disk. Level 0 ini sesungguh nya tidak termasuk
di dalam kelompok RAID, hal ini di karenakan level 0 tidak memakai
redundansi dalam peningkatan kinerja nya tersebut.
RAID level 1
RAID level 1
adalah disk mirroring, memalsukan atau menduplikat di masing masing disk. Langkah
langkah ini bisa memberikan peningkatan terhadap kinerja disk, namun jumlah
disk yang di perlukan juga berubah menjadi 2 kali lipat. Maka dari itu
dana nya menjadi sangatlah mahal.
RAID level 2
RAID level 2
ini adalah pengorganisasian dengan error – correcting – code (ECC). Seperti
di memory server EEC yang di mana pendeteksian titik terjadinya error memakai
paritas bit. Di masing masing byte data memiliki suatu paritas yang bersesuaian
yang merepresentasi kan jumlah bit pada byte data tersebut, yang dimana
paritas bit = 0 apabila jumlah bit parasite = 1 atau ganjil atau parasitas
bit=0 genap.
RAID LEVEL 3
RAID LEVEL 3 adalah
suatu pengorganisasian dengan paritas bit interleaved. Dalam pengorganisasian
level ini hampir sama hal nya dengan RAID level 2, hanya saja pada RAID Level
3 ini membutuhkan suatu disk redundan, seberapa pun banyak atau jumlah dari
kumpulan disk nya.
RAID Level 4
RAID Level 4 ini
adalah suatu pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yakni memakai striping
data di level blok, dengan mengesave atau menyimpan suatu paritas blok di suatu
disk yang berlainan untuk masing masing blok data di disk lain yang saling
bersesuaian.
RAID level 5
RAID Level 5 ini adalah suatu
pengorganisasian dengan paritas blok interleaved yang tersebar. Paritas
dan juga data yang di sebar di seluruh disk termasuk pada suatu disk tambahan
nya.
RAID Level 6
Untuk RAID Level 6
ini dinamai juga dengan redundansi p + q, seperti hal nya pada RAID level
5, namun menyimpan sebuah informasi redundan tambahan yang nantinya
berguna untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan dari sejumlah disk
secara bersamaan.
RAID Level 10
RAID 10 biasa juga
disebut dengan RAID 1+0 atau RAID 1 dan 0, mirip dengan RAID 0+1, cuma
perbedaanya adalah penggunaan level RAID nya dibalik. RAID 10 sebenarnya bukan
level standar RAID yang diciptakan untuk driver Linux MD. RAID 10 membutuhkan
minimal 4 buah hardisk.
RAID Level 50
RAID 50 (atau juga
disebut dengan RAID 5+0) merupakan kombinasi block-level striping dari RAID
0 dengan distribusi parity dari RAID 5. RAID 50 membutuhkan minimal 6 hardisk.
RAID Level 60
RAID 60 (atau juga
disebut dengan RAID 6+0) merupakan kombinasi block-level striping dari RAID
0 dengan distribusi parity dari RAID 6. RAID 60 membutuhkan minimal 8 hardisk.
Komentar
Posting Komentar